Wartasaj.com-Pesta kebangkitan Yesus, tujuh minggu lalu dirayakan dengan penuh meriah. Pada hari ini, masa Paskah diakhiri oleh perayaan Pentakosta.
Paduan suara SAJ menanggung koor pada misa kedua di paroki Sto. Mathias Rasul-Tofa pada Minggu, 24 Mei 2026.
Misa dipimpin oleh Pater John Puri Ujan,SVD, dan didampingi Pater Aris Wawo, SVD
Misa di hadiri banyak umat. Kotbah disampaikan oleh Pater Aris Wawo, SVD. Ada beberapa pokok pikiran kotbah hari ini.
Pertama, Pentakosta dalam Perjanjian Lama dirayakan dalam dua pertistiwa penting yaitu perayaan syukur panen yang dirayakan tujuh minggu (50 hari) sesudah panen gandum (bdk. Im, 23: 15-21) dan peristiwa Musa menerima Taurat, 50 hari kemudian yang dihitung pada tanggal 14 nisan.
Pentakosta pada Perjanjian lama mengalami pergeseran arti pada Perjanjian Baru.
50 hari sesudah kebangkitan Yesus adalah perayaan penenan rohani yaitu Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul dan kepada semua umat. Gereja lahir dari peristiwa ini.
Kedua, Roh Kudus dalam banyak cara hadir. Roh Kudus diumpamakan dengan nafas, lidah api yang hanya bisa dirasakan. Ia dialami manusia dalam seluruh ziarah hidup rohani.
Ketiga, Roh Kudus punya kuasa melampaui akal budi manusia. Pada setiap kali menghadapi ujian apapun, Roh Kudus selalu diminta hadir. Itu berarti akal budi manusia terbatas, Roh Kudus membantu akal budi manusia untuk mengingat dan menempuh kebijjaksanaan.
Di akhir Misa, Pater John sampaikan terima kasih untuk paduan suara dan disambut tepukan tangan umat. Ia meminta agar Orang Tua menyekolahkan putra dan putinya di SAJ.
“Saya minta bapak dan Ibu bisa mengutus putra dan putrinya untuk mengenyam pendidikan di SMA Sto. Arnolus Janssen di TDM,” ungkapnya sebelum memberi berkat penutup.














