Wartasaj.com-Sudah sering paduan suara SAJ tampil. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkembangkan tanggung jawab dan kematangan emosional.
“Anggota koor harus tampil di hadapan banyak orang, dan kematangan pribadi dan kolektif adalah sangat penting, sebab tidak mudah menampilkan diri di hadapan banyak orang. Ia butuh keberanian “, kata Pater Aris, SVD.
Salah satu kebiasaan di lembaga pendidikan ini adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada adik-adik untuk menampilkan diri dengan penuh integritas.
“Bernyanyi di beberapa paroki, tidak sekadar mempromosikan sekolah, tetapi mematangkan emosi-emosi para anggota koor di hadapan banyak orang, lanjut Pater Aris Wawo, SVD.
Pada Minggu, 10 Mei 2026, paduan suara SAJ bernyanyi di stasi YMJ-Liliba. Mereka menyanyikan lagu-lagu liturgi dengan penuh makna. Tepuk tangan umat menyambut usai mereka menyanyikan lagu post-komuni.
Misa dipimpin oleh Pater Dody Sasi, CMF. Ada satu ungkapan yang disampaikan Pater Dody dalam kotbahnya yaitu Amo ergo sum yang berarti saya mencintai (mengasihi) maka saya ada.
“Mengasihi itu sangat penting, ketika kita mengasihi, keberadaan kita menjadi sangat bermakna”, ungkapnya.
Usai misa, kelompok paduan suara menikmati snack dan berfoto bersama.














