Wartasaj.com-Peningkatan kompetensi para guru adalah tanggung jawab moril sekolah. Ada banyak cara meningkatkan kompetensi guru. Salah satu yang dapat dilakukan adalah workshop.
Selama dua hari, 20-21 Februari 2026, SMA Sto. Arnoldus Janssen menggelar workshop tentang penyusunan soal-soal dan asesmen berbasis TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Dua narasumber yang memberikan materi adalah Bapak Wilfridus S. Doni, S.Pd dan E Nong Jonson.
Kegiatan dibuka oleh Ibu Ambrosia Mimu, MM sebagai pengawas. Ibu menekankan tentang panggilan sebagai guru. Guru adalah inspirator dan panutan bagi semua warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung di SMA Sto. Arnoldus Janssen.
“Bersyukurlah kita dipanggil sebagai guru karena kita sudah lebih dahulu menjadi pemberi inspirasi dan teladan. Profisiat untuk kegiatan hari ini karena guru diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi”, ungkap Ibu Ossie.
Pada hari pertama, para guru mendalami lagi capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Selanjutnya para guru dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok guru MIPA dan kelompok guru sosial dan umum.
Klompok guru MIPA dibimbing oleh Bapak Wilfrid dan kelompok yang lain dibimbing oleh Nong Jonson. Hal ini dilakukan agar para guru memahami dengan benar penyusunan soal.
Pada hari terakhir, masing-masing kelompok mendalami tentang penyusunan kunci jawaban dan pedoman penskoran, telaah da validasi soal tahap pertama dan telaah dan validasi soal pada tahap kedua.
Para guru menikmati dua hari ini karena narasumber yang tepat dan benar. Ibu Saveriana Theresia Bhala, S.Pd sebagai wakasek kurikulum memberi apresiasi yang sangat positif terhadap kegiatan ini.
“Saya bersyukur dapat belajar beberapa hal yan sangat penting hari ini dari mentor yang hebat. Dan kami tidak merasa jenuh karena pertemuan dikemas dengan sangat menarik.” ungkap Ibu Trisna
Kegiatan berjalan dengan lancar dan berhasil.














