Di sebuah desa, ada pemuda-pemudi yang memiliki empati terhadap hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Mereka berjuang bersama-sama untuk merayakan hari kemerdekaan pada setiap tanggal 17 Agustus.
Walaupun mereka menghadapi keterbatasan ekonomi serta tantangannya, mereka selalu mencari cara agar hari kemerdekaan dapat dirayakan dengan berhasi dan meriah. Mereka bekerja sama dengan masyarakat untuk mencari dana untuk memeriahrayakan ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.
Di tengah kesibukan dalam mempersiapkan hari kemerdekaan, timbullah konflik antarmasyarakat. Sebagian masyarakat tidak menyetujui kegiatan yang akan diselenggarakan. Namun pemuda-pemudi tetap teguh menyelenggarakan acara ini.




