Wartasaj.com-Setelah melalui perjalanan panjang dan menantang dalam beberapa sesi debat SMA/Man tingkat kota kupang, SMA Santo Arnoldus Janssen mengukir prestasi yang gemilang.
Sebanyak 16 sekolah se-kota Kupang yang mengambil bagian secara aktif dalam Lomba Debat Indonesia (LDI). Enam belas (16) tim debat menggunakan panggung debat dengan argumentasi-argumentasi logis dan kritis.
LDI menjadi ajang paling bergengsi. Setiap tim mempertanggungjawabkan mosi yang dipercayakan dengan data-data yang akurat dan terukur.
Tim debat SAJ yang mengutus Reinha R. N. Seluru, Virginia T. Betan dan Claudia R. Kelen. Ketiga pembicara ini disiapkan secara matang oleh Bapak Oktavianus Pepin Surisno, S. Pd. Pak Okta nama panggilannya, sudah beberapa kali mengantar tim debat SAJ menjuarai ajang debat di berbagai level.
Pak Okta mendampingi tim debat SAJ selama satu minggu. “Latihan debat ini dilakukan dalam seminggu. Pendampingan yang intensif terhadap peserta debat dilakukan dengan serius,” Ungkapnya.
“Selain itu, bersama dengan Pak andy Kumanireng,S.Pd., Gr, kami mencari informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber untuk menambah pengetahuan peserta debat. Saya melatih public speaking dan hal-hal teknis berkaitan dengan debat,” lanjutnya.
“Debat itu elegan jika ada data yang akurat,” demikian kata Pak Okta. Pak okta melatih peserta debat untuk selalu bersumber pada data terkini. Beberapa rekan guru juga melibatkan diri secara aktif untuk memberikan pengetahuan dan informasi-informasi tambahan.
Alhasil, tim debat SAJ mampu berargumentasi dengan baik dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip logika dan penalaran. Mereka mampu mempertanggungjawabkan argumentasi-argumentasi dengan logis dan memenuhi kaidah ilmiah.
Debat kali ini menghadirkan tiga dewan juri yang sangat berkompoten. Ketiga dewan juri adalah Dr. Marselus Robot, Dr. Karolus Budiman Jama dan Paulina Maria Yovita Kosat, S.Pd, M. Hum.
Bertempat di aula SMAN 4 pada Kamis, 5 Juni 2025, masing-masing tim menunjukkan kemampuannya di hadapan dewan juri yang profesional dan penonton.
Tim debat SAJ bersaing ketat dengan tim-tim debat yang lain. Pendampingan yang serius dan ketekunan membaca membuahkan hasil yang gemilang.
Pada laga final, tim debat SAJ berhadapan dengan SMAK Giovanni Kupang. Pada laga ini, setiap tim mempertahankan argumentasi. Dan proses ini sungguh-sungguh mengundang perhatian yang serius dari juri dan para penonton.
Pada akhir debat, dewan juri menyampaikan apresiasi kepada para finalis yang luar biasa. “Kalian luar biasa, pada waktu saya masih SMA, saya belum mampu berpikir seperti kalian. Mosi semifinal dan final adalah mosi yang berat, dan tidak pernah disampaikan sebelumnya. Namun kalian dapat menjelaskan dengan sangat baik,” ungkap Pak Marsel Robot.
Ketika dewan juri mengumumkan bahwa kemenangan debat tingkat kota kupang adalah tim debat SAJ, para penonton pun sontak gembira dan memberikan apresiasi.
Vira, salah satu anggota debat SAJ mengungkapkan kegembiraanya dengan kata-kata yang sejuk. “Saya bergembira dan kedua sahabat pun bergembira karena persiapan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh membuahkan hasil yang maksimal, ungkapnya dengan senyuman lebar.
Pak Okta dan Pak Raya yang mendampingi tim debat SAJ juga mengungkapkan kegembiraan. “Tim debat SAJ luar biasa, saya ikuti sejak awal debat. Saya sangat gembira karena adik-adik dapat menyampaikan pendapat dan gagasan secara terstruktur,” kata Pak Raya
Di lain pihak, Pak Okta sebagai pendamping utama juga mengungkapkan kegembiraannya dengan tersenyum bahagia.
“Saya bergembira karena persiapan yang dilakukan dengan serius dan teratur membuahkan hasil yang sangat maksimal. Tim debat SAJ dapat mewakili kota kupang di level provinsi, ini kebanggaan yang tak ternilai,” katanya.
“Saya berpesan semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi semua warga sekolah SAJ untuk terus mengukir prestasi dalam bidang apa pun, lanjutnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sambutan dari ketua MKKS, Bapak Hendrikus Hati, S.Pd., MM. “Profisiat untuk semua peserta debat hari ini dan profisiat untuk para finalis. Kita mengutus SMA Sto Arnoldus Janssen ke level provinsi”, katanya sambil memberikan apresiasi kepada SMA Sto. Arnoldus Janssen.














