Example 700x300
Example floating
Example floating
Cerpen

Kisah-Kisah Ringan Beberapa Hari Di Bali

827
×

Kisah-Kisah Ringan Beberapa Hari Di Bali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WartaSaj|| Rabu siang, 17 Juli 2024 para kepala sekolah penerima beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) berjumpa di Bandara Eltari Kupang. Perjalanan satu jam lebih dari bandara Internasional Kupang menuju Bandara Ngurah Rai, Denpasar dengan maskapai Lion Air. Di dalam pesawat, penulis duduk berdampingan dengan dua turis pria asal Canada. Keduanya asyik berbicara dalam bahasa Inggris tentang pengalaman wisatanya di Alor. Beberapa kali mereka melihat foto-foto ketika sedang berselancar di amukan ombak yang tinggi. Beberapa foto ditunjukkan kepada saya sambil menceritakan tentang indahnya Alor dan keramahtamahan masyarakat Alor serta Ikan yang enak. Mereka bercerita sambil tertawa kecil. Suasana yang asyik ini, menjadi momentum bagi saya untuk memperkenalkan diri kepada mereka.

Saya memberi salam kepada keduanya dengan bahasa Inggris seadanya. Gayung bersambut, komunikasi dengan mereka berjalan beberapa menit. Mereka memperkenalkan diri sebagai warga Canada dan menceritakan keberadaan mereka di Indonesia selama sebulan. Mereka sedang mengadakan perjalanan ke Denpasar untuk melanjutkan ke Canada. Canada, setahu saya adalah salah satu negara di benua Amerika yang berdekatan dengan Amerika Serikat. Negara ini memiliki dua bahasa formal yaitu Prancis dan Inggris. Kelihatan sekali, ketika berbicara kedua sahabat ini beraksen Prancis, suara seperti “suara hidung”. Canada merupakan salah satu misi SVD. Ada beberapa Imam SVD yang berkarya di sana. Saya memperkenalkan diri kepada mereka sebagai seorang SVD, dan mereka menyambut baik. Komunikasi menjadi hangat. Kami berbagi tentang pendidikan. Di Canada, pendidikan memang berbeda dengan Indonesia, namun upaya membangun peradaban dan kemanusiaan seyogianya sama. Dia menceritakan bahwa pendidikan di Canada dibiayai oleh Pemerintah. Saya mendengarkan ceritanya sambil angguk-angguk. Di Negara saya, pendidikan belum gratis sepenuhnya.

Example 300250

Sambil bercerita tentang kisah-kisah di Alor dan kisah-kisah pendidikan di Indonesia, saya melayangkan mata ke depan, persis di depan deret saya melihat seorang turis sedang asyik membaca sebuah novel. Saya pun melayangkan pandangan ke samping, 5 meter seorang turis lain membaca sebuah buku. Turis yang ada di depan saya membaca sebuah novel dalam bahasa Jerman. Dalam hati kecil saya, turis ini barangkali dari Jerman. Mereka asyik membaca selama penerbangan. Para penumpang yang lain duduk sambil menikmati musik dengan headset di kepala sambil goyang-goyang, yang lain bermain game. Saya menikmati sungguh perjalanan ini sambil memperhatikan ekspresi para penumpang yang beraneka ragam.

Aksi lain yang menarik perhatian saya adalah, ketika saya menyaksikan seorang anak di bawah lima tahun menangis tak karuan beberapa menit. Aksi bujuk rayu dari Ibu dan Ayahnya menarik perhatian. Sebentar ayahnya gendong, lain kali ibunya. Mereka bertukar seperti pelari estafet. Anak itu diam dalam beberapa saat. Orang tua anak itu juga wisatawan asing. Mereka memperlakukan anak itu dengan cara yang sangat santun, tanpa marah apalagi bentak dan cubit. Mereka berjuang menenangkan anaknya dengan penuh kesabaran. Mereka menikmati perlakuan anaknya dengan wajah tanpa panik, tenang dan kalem.

Beberapa menit sebelum mendarat, kami diingatkan oleh pramugari untuk mengenakan sabuk pengaman. Pesawat mendarat dengan baik, kami tiba di Denpasar dengan selamat. Perjalanan yang cukup menarik ini memberi beberapa inspirasi bagi saya. Pertama, pengetahuan dapat diperoleh juga melalui perjalanan selain belajar. Dua wisatawan asal Canada sudah membuktikannya. Mereka cukup tahu tentang Alor, jauh lebih banyak dari pada yang saya ketahui. Saya ingat kata-kata dari salah seorang pengembara “menjadi luar biasa perlu jam terbang teruji.” Hemat saya, kata-kata ini benar. Kedua, budaya membaca. Bagi Negara-negara maju, membaca adalah budaya. Membaca, bagi masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan, apalagi di tempat-tempat umum. Pengetahuan yang dalam dapat diperoleh dengan membaca. Membaca banyak buku tidak saja menambah pengetahuan, tapi juga memengaruhi cara pandang, cara pikir. Literasi masih harus “dipaksakan” di sekolah-sekolah formal dan non formal. Ketiga, cara mendidik anak. Anak yang menangis di atas pesawat dirayu dengan lembut dan penuh kesabaran, tanpa panik apalagi terusik. Pada akhirnya anak itu diam dan menikmati perjalanan.

Bersambung…

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *