Example 700x300
Example floating
Example floating
Cerpen

Sepatu Natal

506
×

Sepatu Natal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Suatu hari, ada seorang anak lelaki bernama Jonathan. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga kaya raya. Namun, harta membuatnya menjadi anak yang sombong. Setiap kali ayahnya membeli mainan baru, Jonathan akan memamerkan kepada teman-temannya. Sering teman-teman menasihatinya, namun ia sangat keras kepala.

Seminggu sebelum hari natal tiba, orang-orang berbondong-bondong untuk membeli keperluan untuk hari natal. Begitu juga Jonathan dan kedua orang tuanya. Kala itu jonathan mendapatkan sepatu baru yang sangat keren dari kedua orang tuanya. Ketika sampai di rumah, ia tak sabar ingin memamerkannya lagi pada teman-temannya.

Example 300250

Tanpa pikir panjang, ia langsung memakainya dan bergabung bersama teman-temannya. “Hei, lihat sepatu natalku yang baru, keren kan?” Ucapnya menunjuk sepatu baru itu. Teman-temannya kagum dengan sepatu barunya itu. Tak hanya itu, ia  pun mengatai teman-temannya, “Pasti kalian tidak punya sepatu seperti ini kan? Ini harganya sangat mahal, ungkapya dengan sinis.”

Ketika mendengarkan ocehannya, teman-temannya mulai risih dengan Jonathan. Seorang berkata kepadanya “Kami juga punya sepatu natal yang baru. Tapi kami tidak suka memamerkannya sepertimu”. Lihat saja nanti, sepatu kami lebih keren darimu,” ungkap Dito diiringi tawaan dari teman-temannya. Jonatan kesal mendengarkan ungkapan temannya dan ia pun meninggalkn mereka.

Hari demi hari dilalui Jonatan dengan seribu satu pengalaman. Suatu malam Jonatan mengambil sepatunya, ia melihat dengan teliti bagian-bagian sepatunya sudah mulai terkelupas. Ia menangis di hadapan kedua orang tuanya. Tapi apalah daya, hari itu adalah hari Natal, ia harus mengenakan sepatu untuk merayakan Natal di Gereja.

Dengan berat hati Jonathan pergi ke gereja dengan sepatu lama yang sudah lusuh. Sesampainya di gereja ia malu menemui teman-temannya. Ia kesal dengan sikapnya terhadap teman-teman pada waktu ia memamerkan sepatu barunya.

Dengan langkah tenang, sambil menyadari kesalahannya, ia mendatangi teman-temannya dengan wajah lusuh. Ia meminta maaf kepada mereka. Mereka saling berpelukan. “Taka da benci di hari Natal,” celoteh seorang teman. Jonathan sangat senang ketika mereka mulai merangkulnya kembali dan ia berjanji akan merayakan persaudaraan dengan menyiapkan kembang api dan menyalahkannya sepulang gereja.

 

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Di puncak bukit Golgota, terik mentari membakar kulit…