Ada ungkapan,” banyak jalan menuju Roma”. Kala itu, Roma menjadi pusat dari dunia. Paulus mengunjungi kota Roma dan menetap di sana selama dua tahun.
Roma adalah simbol peradaban. Banyak jalan menuju Roma berarti banyak cara untuk mengembangkan diri secara positif.
“Jalan-jalan” adalah salah satu caranya. Jalan-jalan sambil menikmati kebaikan dan menimbah inspirasi darinya.
Perjalanan pulang, Minggu, 2 Agustus 2026 sesudah beberapa hari di Kota Jogja, dengan kereta adalah perjalanan yang disengaja.
Perjalanan dari Lempuyangan (Jogja) menuju Wonokromo (Surabaya) Usai Ekaristi, menghabiskan waktu lebih dari empat jam.
Duduk di kereta empat jam, sama dengan kuliah empat SKS. Bersyukur, jika selama empat jam bersama dosen yang kreatif. Suasana akan berubah, jika bersama pengajar yang tidak kreatif.
Di kereta, lebih banyak waktu berdiam diri, sesekali berdiskusi dengan teman di samping, dan atau membaca buku. Kalau jenuh, arahkan mata ke jendela kereta yang bening.
Ada pemandangan yang bervariasi: pemukiman, hamparan sawah, tanah lapang dan hamparan hijau tanaman bawang.
Setiap orang punya cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu. Memandang hamparan hijau bawang, ada panggilan untuk menjadi petani bawang, misalnya.
Memandang irigasi yang rapi dan sawah berlimpah air, jadinya iri. Dalam benak saya, muncul banyak “seandainya.” Seandainya saya…, Seandainya ada di daerahku….
Jalan-jalan tidak sekadar menimbah sesuatu, tapi yang paling penting berpikir atau mencita-citakan sesuatu.
Kreativitas selalu muncul karena ada cita-cita. Yang berhenti bercita-cita dan atau bermimpi, berhenti pula kreativitasnya.
Perjalanan kali ini memang menyenangkan, selain menjadi berkat, juga menjadi tantangan.
Berkat, terutama ketika kebaikan dialami secara cuma-cuma, mengalir tanpa henti. Tantangan, karena kebaikan itu mesti dihidupi seumur hidup. Ia butuh komitmen dan konsisten.
Jika kita ingin memiliki wawasan yang luas dan mimpi-mimpi, ada tiga hal yaitu “membaca,” yang dipahami dalam konteks yang luas, Berjalan sejauh mampu, serta merefleksikannya sebagai filter.








