Example 700x300
Example floating
Example floating
Feature

Hari-Hari di Nenuk (Episode ketiga)

548
×

Hari-Hari di Nenuk (Episode ketiga)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

8 September 2025 adalah hari bersejarah bagi SVD. Pada hari ini SVD merayakan 150 tahun keberadaannya di dunia.

Banyak pihak yang terlibat pada perayaan puncak ini. Bupati dan wakil bupati Malaka, bupati Belu, wakil wali kota kupang dan beberapa pimpinan Bank dan instansi pemerintah.

Example 300250

Banyak imam, bruder dan suster serta ribuan umat menghadiri perayaan berakbar ini. Mgr. Dominikus Saku, Pr dan Mgr.Paulinus Yan Olla, MSF dari keuskupan Tanjung Selor menjadi selebran utama dan conselebran perayaan Ekaristi hari ini.

Paduan suara dari Progrm Studi Musik unwira Kupang menjadi salah satu pusat perhatian. Lagu-lagu liturgis dinyanyikan dengan sangat meriah dan penuh hikmat.

Selain itu, desain aula perayaan dengan hiasan-hiasan bunga yang menawan mempunyai arti tersendiri. Perayaan berjalan lancar dan sukses.

Para uskup, imam, umat, biarawan dan biarawati menikmati santapan siang bersama usai Ekaristi.  Suasana persaudaraan benar-benar menjadi “aroma” siang ini. Sambil menikmati makanan dan minuman, kami berbagi kisah.

Pater Karni, SVD memiliki kesan tersendiri pada perayaan ini. “Saya sudah beberapa tahun tinggal di Nenuk sebagai pembina dan Magister para calon imam SVD, hari-hari ini ada yang berbeda. Umat dari Paroki-paroki yang dikelola SVD dan peserta didik dari SMK Nenuk dan SMA Sto. Arnoldus Janssen, dosen, guru, pegawai serta mahasiswa dan mahasiswi dari Unwira berkumpul untuk meriahkan 150 tahun SVD. Kita benar-benar menjadi saudara bagi yang lain”, tandasnya.

Tepat pukul 15.30, rombongan dari SAJ mengadakan ziarah di patung Maria- Gurita (Atapupu). Sebelum ke gurita, kami menikmati suasana di perbatasan Motaain. Di sana kami mengambil foto secara bersama dan pribadi.

foto-foto itu diteruskan pada stori wa dan laman facebook sebagai ungkapan kegembiraan.

Patung Bunda Maria sudah kelihatan dari jauh, patung itu memang besar dan tinggi. Boleh jadi, patung ini salah satu patung terbesar dn tertinggi di dunia.

Di hadapan Maria, doa-doa dilantungkan.  Melalui perantaraan Maria, kami menyerahkan adik-adik, orang tua, guru dan pegawai. Semoga sehat lahir dan batin serta sukses menggapai mimpi. Dan kami mendoakan bangsa dan negara Indonesia yang tidak sedang baik-baik saja.

Tidak kalah pentingnya, kami mengambil foto di hadapan patung itu sebagai kenangan.

Perjalanan hari ini sungguh menggembirakan. Hidup itu sebuah ziarah, terutama ziara batin. Hidup hanya bisa bermakna jika kita memberi arti pada peziarahan itu.

Ziarah yang paling jauh adalah ziarah ke dalam hati masing-masing, demikian kata Paulo Coelho.  Ziarah batin tak pernah selesai karena manusia selalu bergumul dengan dirinya sendiri. Batin dan pikiran yang bening adalah senjata paling ampuh melihat Allah hadir.

Pukul 19,04 wita, perjalanan pulang ke Nenuk. Dalam kendaraan, ada cerita-cerita yang dibagikan. Puas dan senang, campur jadi satu.

Di Nenuk, makanan dan minuman sudah tersedia. Setelah menikmatinya, kami melangkahkan kaki menuju panggung untuk berjoget bersama.

“Jika tidak ada yang menghiburmu, hiburlah diri sendiri,” demikian kata seorang teman pada masa yang lampau. Berjoget bersama adalah cara menghibur diri sendiri, selebihnya, hiburan bagi yang lain.

Beberapa musik yang diputar tak pernah luput dari perhatian kami. Goyangan kaki secara bersama dengan irama musik hits menjadi panorama di panggung.

Kami bersyukur untuk semua peristiwa yang kami alami hari ini. Pengalaman hari ini tersimpan rapi dalam memori.

 

 

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *