Example 700x300
Example floating
Example floating
Feature

Hari-Hari di Nenuk (Episode 2)

567
×

Hari-Hari di Nenuk (Episode 2)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Udara pagi yang dingin memanjakan tubuh, rasanya terlalu cepat matahari terbit. Pagi yang sejuk itu seakan mengundang kantuk lagi, tapi hasrat untuk bangun lebih dominan. Tampak beberapa peserta didik sedang membereskan diri.

Yang lain sudah dalam keadaan rapi, yang lain sedang antri di beberapa kamar mandi.

Example 300250

Tepat jam 06.00 wita, kami sudah berada di kapela agung nenuk untuk merayakan Ekaristi. Ekaristi dipimpin oleh Pater Andy Mello, SVD. Paduan suara SAJ menyanyikan lagu-lagu iturgis hari ini.

Ekaristi yang dirayakan dengan khusyuk, diawali dengan tarian perarakan Kitab Suci. Hari ini, umat Katolik membuka bulan Kitab Suci secara resmi. Beberapa lagu dinyanyikan dengan baik dan mendapat apresiasi dari umat.

Usai merayakan Ekaristi, kami menikmati sarapan. Kami melanjutkan aktivitas yang beragam. Beberapa guru menghabiskan beberapa waktu di kota atambua bersama keluarga di sana. Sebagian menikmati bola sepak di lapangan mungil SMK Nenuk. Yang lain santai sambil utak-atik handphone.

Sebelum menyuguhkan beberapa acara di hadapan para penonton, beberapa komunitas tengah mempersiapan atribut-atributnya. Aksi “coba panggung” dilakukan sebelum pementasan.

Dalam situasi yang sudah siap tampil, putra dan putri SAJ tampak cantik dan anggun. Mereka membawakan beberapa acara: teater, paduan suara diiringi ansambel biola dan beberapa lagu dinyanyikan oleh paduan suara pada malam pentas seni.

Suasana tenang, ketika kelompok teater SAJ Zarathustra membawakan teater dengan judul Totus Tuus. Teater ini menampilkan perjuangan awal Santo Arnoldus Janssen dalam mendirikan Rumah Misi.

Setiap pelakon menghayati perannya dengan sungguh-sungguh.

“Dulu waktu kami di seminari lalian, ada acara malam kreasi, dan kami tampil membawakan drama. Salah satu cara agar kami tidak lupa, pada setiap sudut panggung ada pembisik. Pembisik menyampaikan hal-hal yang dilupakan oleh pemeran dengan cara tersendiri.” Penampilan adik-adik SAJ benar-benar tanpa pembisik. Dan itu sangat luar biasa,” Kesan Pater Frans Teme, SVD.

Ada banyak sambutan positif dari para Imam, Bruder, calon Imam dan biarawari serta penonton.

Pater Pier Making, SVD, seorang misionaris di Kolumbia, merasa penasaran dengan penulis naskah Totus Tuus. “Naskah teaternya sangat keren, kata-kata yang digunakan tepat. Benar-benar mengungkapkan suasana awal pendirian Rumah Misi,” ungkapnya.

Pater Vinsen Wun, SVD sebagi Vikjen Keuskupan Atambua juga memiliki kesan tersendiri. Ia kagum terhadap penampilan putra dan putri SAJ. “Anak-anak SAJ seperti mahasiswa dan mahasiswi, mereka membawakan acara dengan sangat baik, saya sangat bergembira,” Ungkap Pater Vinsen, SVD.

Ada kata-kata biblis, buah yang baik dihasilkan dari pohon yang baik. Penampilan adik-adik SAJ dapat memberi inspirasi bagi para penonton karena dilatih dengan tepat oleh pembimbing. Koordinator teater, Bapak Valentinus Ukat, S.Fil telah menginspirasi komunitas teater dengan dedikasi yang total.

Ketekunan adalah kunci satu-satunya untuk mencapai keberhasilan. Dan Arnoldus Janssen berhasil mendirikan Rumah Misi karena ketekunannya. Tekun itu sakit, tapi sakit yang menyembuhkan.

Teater Zarathustra terus mnampilkan dirinya dengan cara-cara yang unik, demikian halnya ansambel biola, paduan suara dan band SAJ selalu menampilkan dirinya secara unik.

Minggu, 7 September 2025 merupakan hari bersejarah bagi SMA Sto. Anoldus Janssen, karena SMA Sto. Arnoldus Janssen untuk pertama kalinya mengadakan pentas seni di Atambua. Hari ini selalu dalam kenangan 150 tahun SVD sejagat.

 

 

 

 

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *