Nenuk, adalah salah satu wilayah di kabupaten Belu. Namanya sudah familiar bagi orang-orang Katolik di wilayah Timor. Wilayah ini menjadi pusat misi Societas Verbi Divini (SVD).
Di tempat ini, perayaan 150 Tahun SVD dirayakan. Salah satu yang diundang untuk turut meriahrayakan acara ini adalah keluarga besar SMA Sto. Arnoldus Janssen.
sabtu, 06 September 2025 sejumlah remaja, guru dan pegawai SMA Arnoldus berkumpul di halaman sekolah. Mereka meneteng barang bawaannya dan ransel pakaian. Wajah-wajah penuh ceria tampak. Sambil menunggu Bus Sinar Gemilang (SG), mereka berbagi kisah di beberapa titik kumpul.
Lonceng dibunyikan, tanda yang lazim untuk mengumpulkan semua warga sekolah di SMA ini. Semua peserta mendengarkan arahan dan doa bersama sebelum mengadakan perjalanan.
Suasana tenang seketika, doa yang khusyuk terjadi. Kita mesti minta bantuan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup, dalam kegagalan dan keberhasilan.
Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai dengan jumlah kendaraan. Ada empat kendaraan SG. Ditemani beberapa guru dan pegawai, perjalanan ke Nenuk mempunyai makna sendiri.
Sebagaimana hidup, perjalanan ke Nenuk tidak tanpa masalah. Kami berhenti di cabang masuk bendungan Temef. Beberapa peserta pusing dan mabuk, namun cita-cita untuk tiba di Nenuk selalu mengalahkannya.
Perjalanan terus dilakukan. Rombongan tiba di Komunitas SVD Nenuk pada pukul 14.05 wita. Kami disambut hangat oleh saudara dan saudari di sana. Kami menikmati snack dan berbagi kisah dengan mereka.
Usai istirahat, kami menyimpan barang bawaan di SMK Nenuk. Jarak Komunitas SVD Nenuk dan STM Nenuk, 5 menit dengan kendaraan. Kami diterima dengan senyuman oleh Imam, Bruder dan Guru-guru SMK dan para peserta didik. Mereka sangat ramah.
Mereka menyiapkan tempat yang aman dan nyaman bagi kami. Di tempat ini kami melepaskan lelah untuk beberapa hari.
Malam sebelum istirahat, kami menikmati makan malam bersama dengan para imam, bruder, calon imam, suster dan tamu. Suasananya sangat berbeda. Kami berjumpa dengan banyak wajah baru. Gembira, tentu.
Setelah menikmati makanan dan minuman yang lezat, kami disuguhi penampilan-penampilan beberapa kelompok remaja dan anak-anak dari paroki-paroki yang dikelola oleh imam SVD.
Mereka menampilkan tarian-tarian tradisional Timor dengan sangat baik. Kami menikmatinya bak seruput kopi di senja.
Malam makin larut, udara makin dingin, wajah tampak lelah karena aktivitas hari ini. Kami melepaskan lelah di tempat penginapan dengan harapan besok dapat menjalankan aktivitas dengan berhasil.




