wartaSAJ – SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang secara proaktif mempersiapkan siswa kelas X menyongsong implementasi Kurikulum Merdeka. Kolaborasi antara peserta didik, guru, dan orang tua diwujudkan melalui penelusuran potensi peserta didik dengan memanfaatkan data psikologis.
Pada Kamis, 18 Januari, hasil tes psikologi yang telah dilaksanakan diawal semester ganjil Tahun Pelajaran 2023/2024 disampaikan kepada orang tua peserta didik. Inisiatif ini dinilai penting dalam membangun komunikasi yang efektif, memungkinkan orang tua dan anak berdiskusi mengenai masa depan mereka.
Drs. Kristian Pati Seko, tester yang juga ASN berkarya di Mataram, memulai presentasinya dengan sebuah video inspiratif, mengilustrasikan pola pendekatan belajar kepada anak-anak. Menurutnya, kunci utama dalam pendekatan belajar adalah menciptakan asosiasi positif, menjadikan belajar sebagai pengalaman yang menyenangkan.
Pentingnya memberikan bimbingan positif terungkap dalam pandangan Drs. Kristian. Saat anak melakukan kesalahan, ia menekankan agar tidak dibully, melainkan ditertawakan, dan kemudian diluruskan kesalahannya. Pendekatan yang tuntas tetapi tidak menghakimi, menjadikan anak merasa dituntun dan diberi arahan, bukan dihakimi.
Lebih lanjut, Drs. Kristian mengajak untuk melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang berbuat kesalahan sedang dalam proses pembelajaran dan memerlukan bimbingan. Setiap anak memiliki kecepatan dan ritme belajar yang berbeda, dan orang tua perlu menghargai perbedaan tersebut.
Belajar tidak hanya seputar penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembangunan karakter. Drs. Kristian menyoroti bahwa membangun karakter merupakan hal yang sulit, sedangkan akses pengetahuan saat ini sudah sangat mudah. Dalam era teknologi, dengan keberadaan hp dan kuota, setiap orang dapat mengakses informasi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Drs. Kristian mengajak orang tua untuk memahami bahwa karakter yang kuat lebih berharga daripada sekadar pengetahuan faktual. Karakter yang kuat membuat seseorang menjadi pembelajar sepanjang hidup, berani menghadapi tantangan, dan siap menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan.
Penekanan pada pembangunan karakter terus disuarakan, dengan pesan bahwa karakter anak-anak dapat diarahkan ke arah positif. Anak-anak memiliki karakter yang baik, bukan hanya memiliki keinginan, tetapi juga tekad untuk meraihnya dengan usaha.
Menanggapi realitas bahwa tidak semua anak memiliki prestasi akademis yang cemerlang, Drs. Kristian mengajak untuk fokus pada pembentukan karakter. Sukses ditentukan oleh proses yang mereka jalani. Pembelajaran melalui proses yang baik akan membawa pada hasil yang baik.

“Mungkin anak kita tidak punya prestasi akademis yang bagus, tetapi kita lepas, menangkan karakternya, bagaimana membentuk mereka orang-orang yang berorientasi pada proses. hasil yang bagus melalui proses yang bagus, meskipun ada kenyataan hasil yang bagus belum tentu melalui proses yang bagus.” Ujarnya.
Komunikasi orang tua dengan anak-anak seringkali dilakukan berdasarkan pengamatan dan pandangan subjektif. Namun, Drs. Kristian menekankan bahwa data psikologis menjadi kunci untuk membangun komunikasi yang lebih baik.
Sebagai penutup, Drs. Kristian mengingatkan bahwa masa depan anak ditentukan oleh diri mereka sendiri. Dengan Kurikulum Merdeka, tanggung jawab untuk masa depan diberikan kepada anak-anak. Hasil tes mencakup aspek IQ, bakat, dan minat, disertai dengan interpretasi dan rekomendasi program studi, yang akan dijadikan salah satu acuan orang tua dan guru untuk membangun komunikasi dengan anak (peserta didik) tentang masa depan mereka.
Drs. Adrianus Ceme, salah satu orang tua/wali siswa, memberikan apresiasi terhadap hasil penelusuran potensi ini. Ia mengakui bahwa hasil tes sangat akurat mencerminkan kondisi anaknya.
Inisiatif SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang ini dianggap sebagai langkah positif menuju pendidikan yang lebih unggul dan berkarakter serta mendukung perkembangan potensi siswa.














