Example 700x300
Example floating
Example floating
Feature

Perjalanan Pulang Ke kupang (Episode Terakhir)

693
×

Perjalanan Pulang Ke kupang (Episode Terakhir)

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bagaikan embun yang menguap dengan cepat setelah disinari matahari pagi. Keberadaan kami di Nenuk begitu cepat, rasanya baru semalam.

Hari ini kami pulang. Saya ingat beberapa syair lagu ambon ini: Pulang ka ambon, Tanah yang katorang cinta, Katong samua ingin pulang, Par bakudapa Mama papa deng basudara sio. 

Example 300250

Kami pulang untuk berkisah tentang perjalanan kepada orang tua, semua anggota rumah, sahabat dan kenalan.

Perjalanan hari-hari ini selalu asyik, saking asyiknya ada yang tidak mau pulang. Mereka masih ingin di Nenuk. Saya ingat peristiwa di Tabor. Petrus dan teman-temannya tidak mau turun, bahkan mereka mau mendirikan kemah supaya lebih lama di sana. Tapi Yesus menghendaki turun dari Tabor.

Dengan hati yang agak berat, karena sudah merasakan kegembiraan selama hari-hari ini, kami harus menyiapkan barang-barang bawaan dan menyiapkan diri untuk kembali ke Kupang.

Jam 7.45 wita, kami sarapan pagi, sambil menimati udara yang sejuk di nenuk. Sejak kami tiba, Nenuk diguyur hujan. Alhasil udaranya adem.

Usai sarapan, kami mengunjungi pemakaman umum milik SVD. Ada banyak imam dan bruder yang dimakamkan di sana. Masing-masing menyalahkan sebatang lilin dan meletakkannya pada setiap pusara para imam dan bruder.

Doa dilantunkan secara pribadi di hadapan pusara-pusara itu. Di antara makam-makan itu, ada makam Pater Adrianus Conterius, SVD, pendiri SMA Giovanni. Ia memiliki andil dalam mendirikan lembaga pendidikan di NTT. Semoga semangatnya menginspirasi kami.

Tiga puluh menit kami habiskan di hadapan pusara-pusara itu.

Usai doa, kami dijemput empat SG paa Selasa, 9 September 2025. Beberapa menit kemudian, kami tiba di Rumah Sheny Asa. Orang tua dan kaum keluarganya sedang menunggu. Kami menghabiskan beberapa menit di rumah ini, sambi menikmati snack yang disiapkan bapak, mama dan anggota keluarga.

Keluarga juga menyiapkan bekal makan siang. Usai bersilaturahmi dengan keluarga, kami melanjutkan perjalanan.

Kami berhenti di Nulle, menikmati bekal yang disiapkan Orang Tua Sheny Asa. Kami sungguh menikmatinya.

Salah satu komunitas SVD ada di Nulle, kurang lebih 10 km dari Soe. Komunitas ini berada 20 meter dari jalan Provinsi. Pater Dagobertus Soteringgi, SVD, Pater Martinus Lalijawa, SVD dan Bruder Paskalis Pazi, SVD adalah anggota-nggota komunitas SVD Nulle.

Perjalanan dilanjutkan, tidak banyak yang pusing dan mabuk. Kami tiba di lingkungan sekolah jam 18.10 wita. Beberapa orang tua sudah menunggu.

Kami bersyukur kepada Tuhan karena kami tiba dengan selamat. Perjalanan hari-hari ini selalu menginspirasi. Ada banyak cara menimbah pengetahuan, salah satu cara yang dilakukan adalah mengadakan perjalanan ke kota atau tempat yang belum dikunjung.

Kita belajar tentang hospitalitas, tanggung jawab, karakter dan budaya masyarakat setempat. Hal-hal ini dapat kita baca dalam buku atau novel, namun tidak kalah serunya, jika kita pelajari juga melalui perjalanan-perjalanan yang kita lakukan.

Semoga semakin banyak kita mengadakan perjalanan, semakin tajam dan dalam pengetahun kita tentang daerah itu.

 

 

 

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *