Example 700x300
Example floating
Example floating
Opini

Sastra dan Jalan Sunyi

664
×

Sastra dan Jalan Sunyi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Belakangan, sastra menjadi kebutuhan. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Dasar dan Menengah memberi
perhatiaan pada literasi. Salah satu buku yang wajib dibacakan oleh para peserta didik adalah karya-karya sastra,
novel misalnya. Mengapa karya-karya sastra? Karya-karya sastra membahasakan situasi dan keadaan dengan lugas, lugu, jernih dan apik.

Novel karya Pramoedya Ananta Toer misalnya, ditulis dengan bahasa kiasan, sederhana dan sistematis sambil menonjolkan perjuangan tokoh-tokoh pada masa penjajahan. Karya-karya sastranya “enak dan renyah” dibaca. Selain novel, puisi misalnya, bikin hidup makin gairah oleh kata-kata penyair.

Example 300250

Joko Pinorbo atau yang lebih dikenal Jokpin menaruh semua emosi pada kata. Kata itu ber-“energi”. Kata itu penuh daya dan rasa. Saya kutip kekuatan kata dalam Kitab Suci. “Lalu dipegangNya tangan anak itu, kataNya “talita kum” yang berarti “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” Seketika itu juga anak itu bangkit dan berjalan (Mrk.5:41-42).

Kata-kata Yesus punya kekuatan. Demikian juga kata dalam puisi. Setiap kata dalam puisi memiliki daya yang luar biasa. kata-kata dalam puisi punya daya karena kata-kata itu lahir dari keheningan hati dan kesunyian yang dalam dari sastrawan.

Sastrawan memiliki jalan panjang untuk berkiprah. Satu-satunya jalan yang selalu dilalui oleh para sastrawan adalah jalan sunyi. Ada “kamar” untuk merenung, merangkai kata-kata dalam kesunyian malam dan hari.

Jalan sunyi adalah ruang rindu seorang penyair untuk merenungkan hidup dan realitas kehidupannya. Jalan yang sama dilakukan Yesus sejak awal mula. “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahatlah seketika” (Mat 6:31).

Jalan sunyi adalah jalan yang memberi inspirasi dan menginspirasi. sebuah Komunitas Sastra misalnya, melibatkan diri secara aktif dalam membaca karya-karya sastra dan menuliskan puisi dan cerpen. Mereka juga bercerita tentang novel-novel dan buku-buku yang sudah dibaca.

Membaca itu melawan lupa. Selain melawan lupa, membaca juga menambah pengetahuan dan kosakata serta
menumbuhkan rasa bahasa. Waktu sebagai seorang Frater, dalam salah satu pertemuan dengan Pater Paul Budi Kleden,SVD, beliau katakan bahwa membaca novel dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa bahasa.
Seorang pembaca novel yang tekun, dapat menjelaskan sesuatu dengan runtut dan “enak” didengar, katanya.

Jalan sunyi dalam sastra itu sebuah simbol menuju “jalan pergi”dan “jalan pulang”. Pertama, jalan pergi. Para sastrawan merefleksikan tentang jalan pergi, jalan petualangan yang menaruh harapan pada masa depan. Jalan pergi merupakan jalan panjang sastrawan membangun rumah masa depan.

Jalan pergi dipahami sebagai simbol untuk meninggalkan yang lama, dan membangun paradigma baru untuk mencapai cita-cita, dimengerti sebagai upaya insani untuk memperluas cara pandang, melihat dunia yang kompleks dari berbagai sudut pandang, melihat segala sesuatu menjadi mungkin dan berkat.

“Pergi” berarti meninggalkan yang sudah kusam, meninggalkan kesesatan berpikir, meninggakan yang tidak produktif. Ibarat anggur baru mesti disimpan dalam kantong (kirbat) baru supaya kedua-duanya tetap baik. Jika anggur baru disimpan dalam kirbat lama, kirbat itu akan tersobek, dan anggurnya terbuang (bdk. Mat.
9:17). Demikian filosofi “jalan pergi.”

Kedua, “jalan pulang”. Jalan pulang adalah kembali ke masa lalu, tidak sekadar untuk berubah, tapi untuk berbuah. Jalan pulang merupakan simbol untuk mempersatukan yang tercerai-berai, mengumpulkan yang tercecer, merangkai yang tersimpan dengan cara-cara yang kreatif.

Jalan pulang adalah suatu strategi sastrawan untuk merefleksikan dunia dan seputarnya untuk berubah dan berbuah. Berubah saja tidak cukup, berbuah adalah suatu kemendesakan.

“Jalan pergi” dan “jalan pulang” dirangkai dalam kata, diuji dalam asa, diperjuangkan dalam hidup. Semoga jalan sunyi sastrawan mampu merangkai jalan pergi dan jalan pulang.

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *