Oleh Aris Wawo, SVD
Beberapa hari ini, saya ikut kegiatan “Pembelajaran Mendalam” di SD Inpres Lasiana Kota Kupang. Sejumlah sekolah diundang mengikuti kegiatan ini dengan sadar dan betanggung jawab.
Kegiatan dibagi dalam beberapa kelas yang berbeda. Setiap kelas terdiri dari dua fasiliator. Fasilitator menjelaskan materi dan memberikan tugas. Setiap peserta mempresentasikan tugas yang sudah diselesaikan di hadapan peserta yang hadir.
Setelah presentasi, ada tanya-jawab. Salah seorang peserta dalam kelas kami menyampaikan bahwa sekolah sebagai rumah untuk merawat ilmu, iman dan imun. Pernyataan ini mengundang saya untuk merefleksikan tiga kata kunci yaitu ilmu, iman dan imun.
Pertama, Sekolah adalah rumah merawat Ilmu. Sekolah adalah rumah bagi siswa untuk belajar beberapa disiplin ilmu. Setiap disiplin ilmu diharapkan memberikan kontribusi positif bagi pembentukkan karakter siswa. Pada hakikatnya ilmu diajarkan kepada siswa agar mereka setia pada kebenaran dan mengakui kesalahan.
Siswa diajarkan untuk belajar dari sekian banyak kesalahan. Ibarat melatih dance, para peserta dance berulang kali melakukan kesalahan untuk mencapai keserasian gerakan sesuai dengan irama musik. Kesalahan yang dilakukan berulang oleh siswa mesti diapresiasi sebab semakin banyak kesalahannya, semakin banyak pengetahuannya.
Kedua, sekolah Sebagai rumah merawat iman. Iman berhubungn dengan kesalahan dan kebenaran, kebaikan dan kejahatan.
Lembaga pendidikan adalah tempat nilai-nilai ditaburkan. Nilai-nilai ditaburkan terus menerus. Guru dan tenaga kependidikan tidak pernah berhenti memberikan motivasi dan nasihat. Ada pepatah latin “Gutta cavat lapidem non vi sed saepe cadendo” yang berarti setetes air bisa mengubah bentuk dari batu bukan karena kekuatannya, tetapi karena selalu menetes. Nilai-nilai dapat diresapi oleh semua siswa dan dilakukannya karena guru dan tenaga kependidikan selalu menyuarakannya.
Ketiga, sekolah sebagai rumah merawat imun. Imun adalah energi yang sangat dibutuhkan manusia. Sekolah adalah salah satu lembaga yang merawat imun semua warga sekolah. Sosialisasi hidup sehat jasmani dan rohani, praktik-praktik hidup bersih dan olahraga yang cukup adalah bentuk-bentuk konkret merawat imun.
Ketiga hal menjadi perhatian kita bersama dalam membangun ilmu, iman dan imun semua siswa agar Indonesia emas pada tahun 2045 dapat tercapai.








