Example 700x300
Example floating
Example floating
Refleksi

Natal Itu “Candu”

387
×

Natal Itu “Candu”

Sebarkan artikel ini
small tree with green leaves Natural growth and sunlight. Sustainable plant growth concept.
Example 468x60

Oleh Aris Wawo, SVD
Tinggal di Biara Bruder Gregorius TDM IV.

 

Example 300250

Natal makin dekat, hari ini ada tiga lilin adven yang sudah dinyalahkan. Masing-masing lilin memiliki maknanya sesuai dengan lingkaran adven, sebentar lagi lilin keempat (lilin terakhir) akan dinyalakan.  Perayaan Natal sudah di ambang pintu.

Pohon-pohon natal dan kandang-kandang natal buatan berdiri di beberapa tempat yang strategis. Kelap-kelip lampu di kandang natal memanjakan mata. Selain itu, di beberapa tempat umum, lagu natal diperdengarkan. Tidak  sedikit anak menyanyikan lagu-lagu natal sambil mengucapkan syair yang tidak lengkap.

Keluarga-keluarga kristiani menyiapkan natal dengan biaya yang cukup tinggi. Mereka menyiapkan diri agar tampil beda pada hari Natal. Berbagai upaya dilakukan. Mereka menyiapkan kue-kue natal, pakaian natal dan berbagai hal lain.

Aktivitas harian menjelang hari Natal berbeda dari aktivitas pada umumnya. Boleh jadi natal adalah “candu”. Natal menarik semua orang kristiani untuk merayakannya dengan penuh kesenangan. Kesenangan itu ada di mana-mana, dan berhamburan seperti benih yang ditaburkan petani pada musim hujan.

Euforia Natal seperti Euforia fans Barcelona dan Real Madrid yang penampilannya pada musim ini selalu memetik kemenangan. Natal membangkitkan euforia-euforia kaum kristiani. Senang seketika, sesudahnya lenyap. Senang sesaat sesudahnya redup.

Kita mengharapkan agar natal kali ini tidak sekadar “candu.” Ia adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan selama satu tahun. Itulah salah satu alasan natal dirayakan pada bulan desember, bulan terakhir dalam tahun masehi. Natal tidak sekadar apa yang kita kenakan, apa yang kita tampilkan. Natal lebih dari sekadar penampilan.

Natal lebih dimaksudkan pada apa yang dilakukan manusia beriman. Kita merayakan natal karena Allah senantiasa berbuat kasih kepada kita tanpa batas. Ada banyak pribadi anonim yang berbuat kasih kepada kita, ada banyak orang di sekitar kita yang tak pernah berhenti berbuat baik, dan ada banyak orang yang meyakini bahwa kita juga adalah pelaku-pelaku kasih.

Agak berbeda dengan Marx, yang mengatakan bahwa agama adalah candu, saya mengatakan bahwa Natal lebih dari sekadar “candu”, jika candu itu menenangkan sesaat, natal lebih dari sekadar candu, ia sebagai denyut nadi yang mengarahkan kita pada masa depan yang cerah. Natal itu kegembiraan sepanjang hayat karena Yesus lahir dan hadir dalam dunia secara konkret.

Example floating

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *